BERITA UTAMA

14 ODP Virus Corona di Kolaka

Bupati Kolaka Keluarkan Himbauan Agar tak Panik

KOLAKAPOS, Kolaka — Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kolaka terus bertambah. Hingga kemarin (22/3) siang, jumlah ODP Covid-19 sudah 14 orang. Sehari sebelumnya hanya 9 orang.

Bupati Kolaka, Ahmad Safei pun sudah mengeluarkan himbauan untuk pencegahan penyebaran virus yang belum ada obatnya itu. Setidaknya ada 11 poin himbauan yang dikeluarkan dan dibacakan bupati pada Sabtu (22/3).

Diantaranya, menghimbau seluruh masyarakat agar tidak panik dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat bila mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggerokan, dan sesak nafas. Selanjutnya, bupati menghimbau semua masyarakat untuk tidak bepergian keluar daerah dan menghindari tempat berkumpul serta menjaga jarak kontak fisik (social distancing) dengan orang lain.

Kemudian, Ahmad Safei juga meminta Tim Gugus Tugas Penanganan untuk memeriksa kesehatan setiap orang yang akan masuk di wilayah Kabupaten Kolaka melalui Posko Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 pada setiap pintu masuk wilayah Kolaka. “Kepada seluruh masyarakat agar senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, agar kabupaten Kolaka terhindar dari segala bencana dan malapetaka khususnya wabah virus Corona,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta seluruh tempat wisata, bioskop, karaoke dan tempat hiburan lainnya untuk sementara waktu ditutup sampai penyebaran virus Corona dapat dikendalikan. “Saya juga menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta membiasakan mencuci tangan dengan air bersih (air mengalir) dan pakai sabun. Serta banyak mengkonsumsi buah dan sayuran serta rajin berolahraga dan istrahat yang cukup,” katanya.

Pelaku usaha tidak diperkenankan menimbun bahan pokok dan perbekalan alat kesehatan. Para pengurus masjid dan majelis gereja dan rumah ibadah lainnya agar memperhatikan dan meningkatkan kebersihan lingkungan, serta
tidak menggunakan karpet dan alas lantai lainnya. “Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan dan informasi dapat menghubungi Call Center 112 dan 0853 3362 3866 Posko Covid-19 Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara,” tandasnya.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kolaka, dr.Muhammad Aris, membenarkan Orang Dalam Pemantauan mengalami gejala virus Corona di Kolaka sudah 14 orang. Riwayat para ODP tersebut, rata-rata mereka baru saja kembali dari daerah dan menunjukkan gejala demam, flu, dan batuk. “Rata-rata belum lama kembali dari luar daerah, ada yang dari Arab, Jakarta, dan Bali dan daerah lainnya,” ujar Aris saat dihubungi Kolaka Pos melalui selulernya, kemarin (22/3) siang.

Kendati demikian, sebut dia, kondisi terkini sebagian dari ODP tersebut sudah mulai membaik. Meski begitu, mereka tetap dianjurkan menjalani karantina di rumah masing-masing selama 14 hari. “Sebagian dari mereka sudah mulai sembuh, dan tidak menunjukkan adanya gejala yang mengarah ke Covid-19, tetapi mengarah kepada penyakit lainnya,” terangnya.

Aris menjelaskan, untuk langkah pencegahan virus Corona di titik-titik pintu masuk wilayah Kolaka, tim akan turun mulai hari ini. Tim tersebut akan memeriksa setiap orang yang masuk melalui bandara, pelabuhan dan terminal.
“Di seluruh pintu masuk ke Kolaka baik darat, udara, laut, ditempatkan petugas yang berjaga untuk pengecekan kesehatan tubuh. Petugas yang stand by di posko pintu masuk sebanyak lima orang per shift. Jadi semua mobil masuk di Kolaka diperiksa, tidak bisa lagi masuk tanpa pemeriksaan. Kemudian diharapkan juga semua desa dan kecamatan bisa menjaga penduduknya dari penyebaran virus Corona,” imbuhnya.

Terkait adanya informasi bahwa telah ada pasien suspek corona di rumah sakit Kolaka, Aris mengatakan informasi tersebut adalah hoaks. Namun demikian, ia membenarkan bahawa ada seseorang yang baru datang ke Kolaka melalui bandara Sangia Nibandera pada Sabtu (21/3) dengan kondisi demam. Namun setelah diperiksa lebih lanjut sakit yang dialami hanyalah demam biasa.

“Ternyata dia mau ke Wolo, karena tidak ada jaminan kendaraan dan tempat yang dituju tidak bersedia mengkarantina. Kan orang seperti ini tidak bisa langsung divonis, harus di pantau dulu, tinggal dalam rumah, tidak boleh keluar sambil melihat kondisi perkembangan tubuhnya. Orang ini dari Surabaya, tidak ada rumahnya, mau dipantau mana. Karena tidak ada jalan lain, maka dibawa saja ke rumah sakit. Jadi bukan berarti dia pasien dalam pengawasan (PDP), tetapi kemanusiaan saja karena tidak mungkin ditelantarkan, karena tidak ada juga yang mau sewakan rumah dan menampungnya. Itulah yang membuat heboh, orang bilang sudah ada kasus di Kolaka,” jelasnya.

Aris juga meminta dukungan semua pihak untuk pencegahan penyebaran virus Corona di Kolaka. “Kami paramedis dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kolaka juga berharap kerja sama masyarakat dengan cara mematuhi imbauan pemerintah,” pungkasnya. (kal/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!