BERITA UTAMA

Sejumlah ASN di Konawe Terancam Pemecatan

LATIP, S, SH Sekdis PP Konawe

Unaaha, KoP
Peningkatan disiplin kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) di Konawe terus digalakkan. Tidak cuma melalui cara-cara mengintensifkan apel pagi dan absensi namun diperkuat dengan sanksi ringan, sedang dan sanksi berat hingga pemecatan.

Selasa kemarin terdapat 5 ASN yang mendapat giliran menghadiri sidang etik diantaranya 1 orang dari kantor BPK dan KB, satu dari kantor BPBD kemudian 1 orang dari kantor dinas Pol PP dan DamkarKonawe.
Latif Surangga, SH salah satu tim yang menyidang para pegawai bandel mengatakan dari lima orang pegawai yang dipanggil untuk mengikuti sidang etik terdapat 2 orang yang tidak hadir yakni Ar dari kantor dinas PP dan yang satu lagi dari BPBD Konawe.

Dikatakan jika proses persidangan seperti ini kerap kami lakukan sebagai implementasi dari instruksi bupati Konawe dan Sekda Konawe yang beberapa tahun terakhir menempatkan persoalan disiplin kerja sebagai prioritas.
Ditekankan oleh sekretaris dinas Pol PP ini jika proses sidang adalah tindakan lanjut Setelah yang bersangkutan kita tegur melalui surat panggilan pertama, kedua dan ketiga lalu sebelumnya terdapat anggota tim yang melakukan survei atau penjejakan ke lapangan guna mengetahui keberadaan termasuk permasalahan apa yang dialami oleh yang bersangkutan sehingga melakukan tindakan melalaikan tugas. Karena kalau sudah tercatat dan dipanggil untuk mengikuti sidang etik itu artinya sang pegawai sudah di ujung tanduk nasib kepegawaiannya kata mantan atlet nasional bela diri ini.

Dicontohkan oleh Pamong senior di lingkup pol PP Konawe ini jika di lingkup kerja kami dinas Pol PP terdapat beberapa pegawai yang masuk lingkaran setan sebut saja Ar dan Jl. Keduanya adalah mantan Lurah yang beberapa waktu lalu mendapat tugas baru di kantor PP Konawe. Entah karena Apa alasan mereka tidak mau menjalankan tugas baru mereka, padahal selaku PNS sudah terikat ikrar Sumpah diantaranya sanggup dan siap ditugaskan di mana saja. Hasil sidang kemarin telah kami laporkan ke dewan pengawas yakni ke Sekda inspektorat ke BKD ORPEG sembari mencegah putusan akhir dari sanksi berat buat mereka. (k11/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top