BERITA UTAMA

Soal Keringanan Cicilan Kredit Bank, Ini Hasil RDP Komisi II Dengan Pimpinan Bank

Saat RDP Komisi II berlangsung dengan sejumlah pimpinan Bank di Kolaka Terkait keringanan bagi debitur. 

KOLAKAPOS, Kolaka — Menyikapi instruksi Presiden Terkait keringanan pembayaran kredit di Bank yang juga dikuatkan dengan Peraturan OJK terkait hal itu di tengah pandemi Covid 19, Komisi II DPRD Kolaka menggelar RDP dengan sejumlah pimpinan Bank di Kolaka (31/3) di aula rapat Komisi II DPRD Kolaka.

Dipimpin Ketua Komisi II, Hj. Asmani Arif, para peserta rapat saling berjauhan dan menggunakan masker.

Dalam rapat tersebut, Asmani Arif mengatakan bahwa pelaksanaan RDP tersebut sebagai respon terhadap pandemi yang melanda dunia dan juga Kolaka. “Saya minta hari ini komitmen kita seperti apa kriterianya untuk keringanan perlakuan terhadap debitur dalam memenuhi kewajiban pada bank ditengah pandemi Covid 19, dan kenyataanya beberapa pedagang dan pelaku UKM di Kolaka sudah tidak menjual lagi karena aturan harus tutup seperti di wiskul, padahal mereka banyak yang ambil kredit, ” Papar legislator PKS itu membuka RDP.

Anggota Komisi II lainnya Yunus Patandianan juga mempertanyakan mekanisme pengajauan keringanan itu. “Kalau misalnya diberi keringanan ya ya mekanismenya bagaiamana, harus juga pihak bank menyediakan mekanisme termudah, misalnya formulirnya yang tinggal ditandatangan debitur, ” Ujarnya.

Sedangkan anggota komisi II lainnya, Hj. Fairin juga meminta pihak Bank tetap melakukan pelayanan dengan mengikuti intruksi pencegahan penularna Covid 19. “Saya minta Bank tetap lakukan pelayanan namun tetap mengikuti instruksi dalam pencegahan mewabah nya covid-19, ” Jelas legislator Golkar itu.

Terkait hal itu, pimpinan cabang Bank Sultra Kolaka Hasmirat mengungkapkan bahwa pihaknya sementara meramu Terkait instruksi dan Peraturan OJK itu dengan berbagai pilihan bagi debitur.

“Ini karena masih baru, yang pasti kita sudah meramu kebijakan untuk menjembatani debitur memperoleh keringanan terhadap dampak virus corona, ” jelas Hasmirat.

Lanjutnya ada beberapa opsi yang akan diterapkan keringanan tersebut. “Pertama kita akan restrukturisasi kreditnya atau grace periodenya, atau diturunkan pokok bunganya dalam jangka tertentu, atau diberikan keringanan dengan memperpanjang jangka waktu nya, kemudian akan dievaluasi lagi, ” Terangnya.

Namun opsi tersebut katanya masih menunggu kebijakan dari pusat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kacab BRI Kolaka, Muh. Rangga. Dia menyebut jika Bank yang tergabung dalam Humbara akan mengikuti instruksi dan PJOK tersebut, diantaranya, selain melakukan restrukturisasi, juga akan ada pilihan bagun debitur yaitu penuruan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, dan Penundaan angsuran. “Namun perlu digaris bawahi bahwa keringanan ini tidak ada satupun yang menghapuskan angsuran yang ada penundaan, dan juga kami tetap melakukan pelayanan seperti biasanya, ” Jelasnya.

Lanjutnya, terkait prosesnya nanti debitur akan melakukan permohonan ke masing-masing bank. “Nanti pihak debitur bisa langsung mengajukan permohonan sendiri, dan Bank akan melakukan asessment,” Jelasnya. Dia juga mengigatkan bahwa keringanan tersebut hanya akan diberikan kepada debitur yang terdampak sesuai hasil assesment.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pimpinan Bank Mandiri Kolaka, bahwa keringanan tersebut pihaknya akan memeber lakukan relaksasi kredit. “Bank mandiri memberikan keringanan dalam bentuk relaksasi kredit, nanti diterjemahkan petunjuk teknisnya, ” Ungkap Warham Suyahrani.

Keringanan terhadap debitur juga akan di berikan oleh Bank BTN dalam masa pandemi Covid 19 ini. “Pertama kita berharap wabah cepat berlalu, dari BTN tentu sangat prihatin dengan wabah ini,  dan kita akan ikuti istruksi tersebut, namun dengan petunjuk teknis yang ada, sama seperti rekan rekan sampaikan, ” Terang Andi Tommy, pimpinan cabang BTN Kolaka.

Atas tanggapan para pimpinan Bank Itu, Ketua Komisi II, Asmani Arif menghimbau kepada seluruh debitur Bank untuk tidak panik dan tetap mengikuti instruksi dalam pencegahan penyebaran covid19. “Tadi kita sudah dengar, yang pasti ada mekanisme terhadap keringanan cicilan Bank, dan tidak semua diberikan, ada kriteria tergantung asesement pihak Bank, jadi yang bisa dilakukan itu agar melapor dulu ke Bank, bahwa dirinya terdampak mengalami kesulitan saat ini, dan tetap jaga jarak dan menerapkan social distanting, “ungkapnya. (Mir/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top