BERITA UTAMA

Hasil Lab Almarhumah Hj R Dinyatakan Negatif

dr. Muhamad Aris saat melakukan konferensi pers yang didampingi bupati Kolaka H Ahmad Safei, Dandim 1412 Kolaka Letkol Kav Amran Wahid, Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa diruang media center Dinas Kominfo Kolaka, Jumat malam (3/4). Foto : Neno/Kolaka Pos. 

Aris : Tetap Waspada dan Mengikuti Himbauan

 

KOLAKAPOS, Kolaka — Penantian panjang masyarakat Kolaka terkait hasil laboratorium almarhumah Hj. R terjawab sudah. Melalui juru bicara (Jubir) penanganan virus Covid-19 kabupaten Kolaka dr. Muhamad Aris telah menyampaikan secara resmi hasil laboratorium almarhumah Hj. R yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI) pada Jumat (3/4) dinyatakan hasilnya Negatif.

Dalam siaran persnya dr. Aris mengatakan, selaku jubir penanganan virus covid-19 menyampaikan beberapa hal yang pertama berdasarkan informasi resmi dari gugus tugas covid-19 provinsi Sultra bahwa hasil laboratorium almarhumah Hj. R yang meninggal pada tanggal 23 Maret 2020 di rumah sakit Bahteramas telah keluar hasilnya dan dinyatkan Negatif.

“Dengan hasil ini kita sangat bersyukur namun ini kita keluar dari suatu cobaan menuju ke cobaan yang lainya karena penyebaran Covid-19 ini masih mewabah oleh karena itu diharapkan agar seluruh masyarakat janganlah ini dianggap sebagai sesuatu yang harus dirayakan tetapi tetap waspada dan menjaga serta mengikuti himbauan utamanya dari bapak bupati Kolaka begitu juga maklumat yang telah dikeluarkan,” kata dr Aris saat melakukan konferensi pers yang didampingi bupati Kolaka H Ahmad Safei, Dandim 1412 Kolaka Letkol Kav Amran Wahid, Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa diruang media center Dinas Kominfo Kolaka, Jumat malam (3/4).

ArIs berharap agar kejadian serupa tidak terulang, sebab bisa membuat masyarakat jadi khawatir. Apalagi persoalan Covid-19 ini masih merupakan persoalan dunia yang tidak bisa kita anggap remeh jadi kepada seluruh masyarakat kabupaten Kolaka untuk senantiasa tetap menjaga sosial distenting sehingga kita semua mudah-mudahan bisa terselamatkan dari virus ini.

“Mudah-mudahan kondisi ini merupakan kejadian terakhir yang dilakukan oleh warga kita yang tidak mengikuti saran ataupun aturan yang ada sehingga membuat kita menjadi resah,” harapnya.

Terkait dengan posko yang sudah dibentuk di tiga perbatasan, kata dr Aris  bahwa setiap kendaraan yang memasuki wilayah kabupaten Kolaka itu akan dilakukan pemeriksaan kepada seluruh penumpangnya melalui pengecekan suhu, setelah itu kita lakukan penyemprotan disinfektan dan apabila ditemukan ada suhu diatas normal maka akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya kemudian dicatat nama lengkap, alamat sereta asal dan tujuan mereka sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap mereka akan cepat ditangani.

Adapun untuk ODP sampai jam 12 siang tadi berjumlah 78 orang yang mana dalam penanganan ODP ini para dokter yang ada diseluruh puskesmas maupun rumah sakit akan langsung memberikan pengobatan kemudian menganjurkan dengan sangat agar melakukan isolasi mandiri di rumah sambil terus mengontrol perkembangan kesehatannya.

“Jadi yang ODP menelpon dulu ke dokter melalui caal center yang sudah kami buat untuk dilakukan langkah-langkah penanganan,” jelasnya.

Selain itu, Pemda juga sudah melakukan pembatasan penumpang difasilitas umum seperti bandara dan pelabuhan, jadi saat ini untuk di bandara Sangia Nibandera hanya satu sip penerbangan saja dalam sehari. Sementara untuk dipelabuhan sudah tidak ada lagi penumpang yang diizinkan.

“Kita berharap agar seluruh masyarakat kabupaten Kolaka tidak ada yang tertular dan virus ini bisa segera berlalu,” tutupnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top