BERITA UTAMA

Kantor Kemenag Kolaka Berharap Umat Muslim Patuhi Himbauan 

Kepala kantor Kemenag Kolaka H. Abdul Azis Baking 

KOLAKAPOS, Kolaka — Himbauan yang telah dikeluarkan oleh pihak kantor Kemenag Kolaka dua pekan lalu terkait antisipasi wabah virus corona, rupanya belum maksimal dipatuhi oleh masyarakat khususnya umat muslim. Pasalnya disalah satu poin himbauan tersebut kantor Kemenag Kolaka meminta agar aktivitas shalat berjamaah di masjid ditiadakan untuk sementara waktu, namun faktanya berdasarkan informasi masih ada sejumlah masjid diwilayah kabupaten Kolaka yang masih melaksanakan shalat berjamaah.

Kepala kantor Kemenag Kolaka H. Abdul Azis Baking mengaku, jika sampai saat ini masih ada beberapa masjid yang masih melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Padahal harusnya masyarakat mematuhi himbauan tersebut, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang jelasnya kita sudah sampaikan tinggal kesadaran masyarakat saja khsusnya umat muslim. Kebanyakan masyarakat masih mempersoalkan bahwa mereka masih utamakan beribadah di masjid ketimbang berikhtiar. Mudah-mudahan saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bagi mereka yang selalu mengabaikan himbauan,” katanya saat ditemui media ini, Senin (6/4).

Bahkan, kata Abdul Azis pihaknya telah menyampaikan persoalan ini kepada Pemda Kolaka dan juga pemerintah setempat terkait masih adanya beberapa masjid yang masih melakukan aktivitas seperti biasa dan mengindahkan himbauan yang telah dikeluarkan.

“Saya sudah sampaikan kepada camat, lurah dan desa bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak patuhi himbauan kami, jadi saya harapkan kepada para camat dan lurah serta desa agar dipantau terkait aktivitas masyarakat,” akunya.

Apalagi lanjutnya, himbauan yang pihaknya keluarkan berdasarkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan turunan untuk disampaikan kepada masyarakat Kolaka, namun setelah disampaikan ternyata masih banyak masyarakat khususnya umat muslim yang tidak patuhi itu.

“Masyarakat harus sadari ini bukan kepentingan pribadi kita akan tetapi menyangkut masyarakat luas dan mereka harus berpikir bahwa kaidah itu lebih baik kita mencegah dari pada mengobati sudah pasti itu. Tapi masyarakat seolah-olah tidak menerima bahkan bertengkar dengan kita bahkan seolah-olah mereka benturkan antara tuhan dengan virus padahal lebih utama kita melakukan sebuah pencegahan dari pada itu. Apalagi dalam kaidah fiqih mengatakan yang artinya menolak kemudorotan atau bahaya lebih baik dari pada mengambil manfaat, tapi ini kita liat masih banyak masjid yang masih melaksanakan shalat berjamaah,” jelasnya.

Akan tetapi, kata Azis sebenarnya kami Kementrian agama tidak berdiri sendiri, sehingga himbauan yang kita sampaikan semua elemen harus berperan dan masyarakat harus menyadari begitu pentingnya kebersamaan dalam hal ini sudah ada aturan yang namanya sosial distancing. Karena meskipun mereka atur jarak di masjid itu tidak terpenuhi pelaksanaan ibadah secara berjamaah, jadi mending kita laksanakan di rumah tinggal kita maksimalkan kita punya niat sehingga sama saja kita melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

“Jadi himbauan kami saya rasa cukup tinggal masyarakat saja yang pahami, kami hanya berharap masyarakat bisa menyadari apa yang telah kami sampaikan karena ini masalah kepentingan kita semua agar kita selamat dari virus yang mematikan ini. Apalagi virus ini tidak mengenal siapa, strata atau golongan jadi memang kita harus mewaspadai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu letak Kolaka cukup strategis dari mana saja orang bisa masuk,” terangnya.

Abdul Azis Baking berharap semoga dengan himbauan tersebut masyarakat yang belum memahami itu mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa dipahami sehingga kita bisa mengutamakan keselamatan dari pada jamaah. Apalagi MUI itu merupakan kumpulan orang-orang cendikiawan Islam yang berilmu agama dan tentunya mereka memliki kemampuan dari kita-kita ini.

“Kita harapkan masyarakat mematuhi semua himbauan yang dikeluarkan,” harapnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top