BERITA UTAMA

53 Orang Dirapid Test, 18 Dinyatakan Positif Terpapar Corona

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna terus melakukan Rapid Test terhadap warga Muna yang diduga terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hasilnya dari 53 orang yang ikut Rapid Test, sebanyak 18 orang dinyatakan positif terpapar Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muna, dr. Laode Ahmad Wahid Agigi mengungkapkan, Rapid Test mulai digelar sejak  7 April hingga 13 April.  “Kelompok prioritas pertama dilaksanakan 7 April, di Rapid Test 12 orang dan positif  5 orang.

Kelompok prioritas kedua dilaksanakan 9 April, 14 orang semua OTG, positif Rapid 6 orang. Kelompok Prioritas ketiga dilaksanakan  13 April, 25 OTG dan 2 orang tenaga kesehatan. Hasilnya 7 orang positif. Jadi total yang di Rapid Test sampai saat ini 53 orang dengan positif 18 orang,” ungkapnya pada Kolaka Pos via WhatsApp. Selasa (14/4).

Menurutnya,  hasil tersebut harus dikonfirmasi melalui Swab Nasofaring dan sampelnya akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. “Alhamdulillah hari ini 14 April telah dilaksakan pengambilan sampel swab oleh Tim Gugus Tugas Covid Muna dibantu 2 tenaga terampil dari Labkes Dinkes Provinsi Sultra,” kata pria berkaca mata yang karib disapa dokter Wahid tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menerangkan pihaknya menunggu selama tiga hari untuk mengetahui hasil Swabnya. “Mudah-mudahan hasilnya semua negatif, karena RT-PCR hanya mendeteksi materi genetik virus. Ingat, bila virus telah dibersihkan oleh antibodi yang cukup dan matang maka virus akan hilang dari tubuh seseorang,” ucapnya

Wahid mengibaratkan Covid-19 sebagai pencuri yang sakti dan mampu menghilang. Olehnya itu ia berpesan agar masyarakat kompak melawan virus asal kota Wuhan, China tersebut.  “Virus Corona ini ibarat pencuri sakti yang punya ilmu menghilang. Kalau masuk ke suatu kampung jangan panik, biarkan dia mencuri lalu kurung beramai-ramai bersama barang curiannya (barang tetap kelihatan), jangan kasih makan dan minum, pasti pencurinya mati. Sehingga kuncinya sekarang patuhi aturan pemerintah pada dua  hal yang pertama, untuk meningkatkan antibodi maka makan makanan bergizi seimbang dengan memprioritaskan protein, vitamin dan mineral, istrahat dan tidur yang cukup.

Vitamin C bisa mencegah perkembangan virus corona dan curcuminoid (unsur jahe/kunyit) dapat mencegah perlengketan virus corona di paru-paru.

Kedua, hindari paparan virus dengan optimalkan social distancing (jangan berkerumun atau berkumpul) atau physical distancing (jaga jarak), wajib pake masker, dan tetap berada dirumah. Kalau harus keluar rumah tetap wajib pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir pakai sabun. Juga penting bagi yang lagi pilek dan batuk harus memperhatikan etika batuk,” imbuhnya. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top