BERITA UTAMA

Hasbi: Kualitas Air PDAM Kolaka Mengecewakan Juga Ada Kejanggalan Proyek Ulunggolaka

KOLAKAPOS, Kolaka — Ketua DPC Partai Hanura Kolaka, Hasbi Mustafa menilai kualitas air bersih dan pengelolaan PDAM Kolaka sangat mengecewakan. Hal itu disampaikannya pada (15/4) kepada sejumlah wartawan. Menurutnya pekerjaan perbaikan instalasi sumber air bersih bagi warga berbanding terbalik dengan hasil yang dirasakan konsumen.

” Saya sangat kecewa dengan pengelolaan air minum melalui PDAM Kolaka, setahu saya di tahun 2018 telah dilaksanakan proyek perbaikan untuk memenuhi pendistribusian dan kualitas air bersih bagi beberapa kecamatan di Kabupaten Kolaka dan terbaru ada pekerjaan pembangunan intalasi sumber mata air baru di Kelurahan Ulunggolaka.Namun ini sudah tahun 2020, air bersih yang diharapkan tak kunjung terealisasi karena kenyataan air yang dikomsumsi masyarakat masuk ke bak rumah itu keruh dan berlumpur. Itu saya alami sendiri, jadi kalau dibilang berjalan baik selama ini itu hanya akal-akalan mereka, ” jelasnya.

Lanjutnya, selain tidak bermutunya kualitas air PDAM Kolaka saat ini, dia menilai ada beberapa kejanggalan atas proyek pekerjaan pembangunan instalasi sumber mata air baru di kelurahan Ulunggolaka. “Penanggung jawab kegiatan pada saat itu pelaksan Dirut PDAM dan Dinas PU dalam awal pembangunan sampai ber oprasinya di tahun 2020 ini, saya melihat ada beberapa kejanggalan seperti air dari Ulunggoka yang diharapkan menghasilkan 200 L/detik hari ini cuma didapatkan 40 L/detik, anehnya lagi kenapa mesti ada lagi pembangunan boster di eks pasar lama untuk mendorong air ke bak penampungan di kayangan yang ketinggiannya hanya 28 mdpl, padahal sumber airnya itu sudah tinggi yaitu 167 mdpl. Ini kan pemborosan saja, biar tidak ada boster air tetap akan ke bak penampungan, ” Jelasnya.

Kejanggalan lainnya kata mantan aleg DPRD Kolaka itu yaitu pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang letaknua jauh dari sumber airnya. “Dan juga kenapa harus pembangun IPA nya itu atau instalasi pengelolaan air di Sabilambo?, seharusnya epektifx di buat IPA di kel. Mangolo yang dekat dari sumber air Kel. Ulunggolaka, ini pasti ada apa-apanya, jadi menurut saya yang dikerjakan oleh penanggung jawab pekerjaan ini adalah pemborosan dana dan bila ditotalkan itu kurang lebih 80 M, ” Ungkapnya.

Untuk itu dia berharap atas adanya kejanggalan itu dapat ditelusuri oleh pihak terkait. “Saya harap ini bisa di tindak lanjuti,” Tutupnya. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top