BERITA UTAMA

Rusak Parah, AJP Minta PU Provinsi Segera Perbaiki Jembatan Tunduno

AJP saat berkunjung langsung meninjau jembatan Tunduno di Kecamatan Ranomeeto Barat

KOLAKAPOS, Andoolo — Untuk memastikan kondisi jembatan di Desa Tunduno, yang saat ini rusak parah akibat dijadikan jalur alternatif, bagi kendaraan bermuatan berat atau bertonase besar. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), turun langsung memastikan hal tersebut bersama Dinas PU Provinsi Sultra, Rabu (15/4).

Ditegaskan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra (AJP) saat meninjau jembatan di Desa Tunduno, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), jembatan yang menjadi penghubung Kabupaten Konsel dan Konawe ini kondisinya memang sudah rusak. Ini juga rawan ambruk dan tidak layak dilewati kendaraan bermuatan tonase besar. Sehingga jika dibiarkan begitu saja, jembatan tersebut bakal rubuh.

“Jadi kunjungan hari ini adalah meninjau langsung kondisi jembatan, sekaligus menindak lanjuti laporan masyarakat beberapa waktu lalu, bahwa jembatan ini sudah hampir ambruk yang mana papan gelagarnya sudah mulai terbuka, akibat dilalui mobil bertonase besar tadi,” jelasnya.

Lanjutnya, selain Komisi III DPRD Provinsi juga dihadiri langsung pihak PU Provinsi yang memang menjadi kewenangannya, dimana jembatan tersebut berada diruas jalan Ambaipua – Ambepali, sehingga dengan kehadiran PU agar segera menindak lanjuti hal tersebut, karena dari pantauan tadi memang benar jembatan itu rusak parah.

“Jadi dengan melihat kondisi hari ini, jembatan tersebut harus segera dilakukan perbaikan, khususnya pergantian papan gelagarnya yang sudah cukup parah karena dibawahnya adalah kali, kemudian jembatan ini usianya sudah 30 Tahunan, sudah wajarlah kalau rusak,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan AJP, harusnya mobil bertonase besar ini, tidak boleh melintasi jembatan tersebut, selain merusak jembatan juga berdampak pada jalan provinsi, karena bukan jalan nasional yang memang diperuntukan untuk mobil bertonase besar. Yang konstruksinya memang kuat.

“Jadi selain jembatan kita juga cek jalan, yang mana Tahun ini telah masuk lelang kurang lebih Rp 12 M, hanya saja terhenti karena anggarannya DAK, pasca surat edaran Menteri Keuangan akibat adanya Covid-19, dimana DAK diluar Pendidikan dan Kesehatan, itu dihentikan atau tidak boleh jalan,” ungkapnya.

AJP berharap, agar PU Provinsi segera memperbaiki jembatan tersebut, normalnya harus dibuat jembatan permanen namun kondisi saat ini akibat Covid – 19, dimana anggaran juga terserap kesana, tentu tidak bisa kendatipun dipaksakan tetap harus ikut proses lelang.

“Butuh waktu lama lagi, sehingga penanganan yang sangat tepat adalah, Dinas PU harus sigap mengganti gelagar papan jembatan tersebut, dimana anggarannya juga sangat minim, hanya untuk biaya pembelian papan saja. Kita harapkan dalam minggu ini sudah harus dikerjakan,” tegasnya. (k5/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top