BERITA UTAMA

Ada PNS Dapat Bantuan BLT Kemensos, Legislator Kolaka Minta Datanya Ditinjau  Ulang

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemensos  ternyata ada  yang berstatus PNS. Hal itu tertuang dalam data yang dipublish oleh salah seorang pendamping desa Yushon Josh di Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara melalui akun Facebook nya.

Dalam tautan Facebooknya https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1353183444877447&id=100005574127472, Yushon memposting beberapa nama penerima BLT Kemensos yang diantaranya tedapat nama PNS.

“Atas permintaan Bapak Ibu yg rabun-rabun penglihatannya, yang penasaran sapa tau ada namanya, ini z kirim lagi datanya Warga DESA BAULA yang penerima BLT KEMENSOS. silahkan diliat, semoga beruntung” tulis Yushon dalam postingannya.

Dalam postingan itu terpampang nama beberapa PNS yang menjadi penerima BLT Kemensos dalam menghadapi pandemi Covid-19. Alhasil, postingan itu mendapat tanggapan berbagai warga di fb itu.

Salah satu warga berkomentar jika dalam data itu ada PNS yang menerimanya. “Knpa pns keluar jg namax,, berarti in data lama, prcuma d kumpul  kk baru kalau tdk d daftar juga,” tulis Delviyanti Syamsuddin.

Bahkan salah satu warga menyebut langsung nama PNS dalam daftar postingan itu. “Ada tawwa rusdianto.  R,  yasni,  yulo….sy Herman alias heran…., ” tulis Erny Safey.

Terkait hal itu, legislator PKS DPRD Kolaka Firlan Muharram Alimsyah, meminta agar data penerima PNS tersebut segera di keluarkan.

“Harusnya segera dikeluarkan, masa PNS dapat, ini memang mengherankan, dan bagi penerima PNS harusnya sadar dan menolak BLT itu, masih banyak yang lebih membutuhkan, ” terangnya.

Dengan data itu, lanjut Firlan menunjukkan adanya ketidak beresan pendataan selama ini. “Jelas tidak beres pendataannya kalau begini, jadi sebaiknya datanya diupdate, bahkan saya lihat ada yang sudah meninggal juga masih dapat, ” terangnya.

Hal yang sama di tegaskan oleh legislator Demokrat, Nasruddin Gombi. Menurutnya BLT harus tepat sasaran.

“Kalau begini namanya sudah tidak tepat sasaran, jadi kami minta untuk di data ulang, nda usah pake data lama, ini meresahkan, “tegasnya.  (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!