BERITA UTAMA

Tolak TKA, Ridwan Bae Minta Ketegasan  Gubernur Sultra

Anggota DPR RI Dapil Sultra, Ir. Ridwan Bae (kedua dari kiri) Bersama Ketua Komisi II DPRD Sultra Farhana Mallawangan (Kanan) Saat Memberikan Keterangan Kepada Media. FOTO: Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Ridwan Bae meminta kepada Gubernur Ali Mazi untuk tegas bersikap dalam menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) Thiongkok.

Tak hanya itu, mantan Bupati dua periode ini juga meminta kepada Ali Mazi, Kapolda, Ketua DPRD Sultra dan pihak pihak terkait lainnya untuk meyakinkan presiden Indonesia, bahwa dengan kehadiran 500 TKA asal Tirai Bambu itu akan menimbulkan gejolak. “Sesama kita saja saling mencurigai, apalagi dengan rencana kedatangan ratusan TKA, maka otomatis akan menimbulkan gejolak,” jelasnya usai menyalurkan bantuan buka puasa kepada warga terdampak corona. Sabtu, (02/05).

Dengan demikian mantan Ketua DPW Golkar Sultra ini berharap kepada Presiden  Jokowi agar segera mengambil sikap untuk melarang TKA masuk di Indonesia, khususnya di Bumi Anoa Sultra, kecuali sudah selesai masa pandemic. Namun tentu harus sesuai dengan mekanisme yang ada. “Di tengah pandemi seperti ini maka TKA tersebut sebenarnya tidak ada asalan untuk masuk di daerah yang kita cintai ini,” tegasnya.

Sikap Gubernur Sultra lanjut Wakil Ketua Komisi V di DPR RI ini dalam menolak kedatangan TKA merupakan sikap yang perlu diapresiasi, karena memang Ali Mazi tidak boleh main main. Kemudian 01 Sultra harus tampil terdepan dalam mengatasi wabah dari Wuhan, China ini dan mengabaikan kepentingan lain untuk keselamatan masyarakat Sultra. “Untuk itu Ali Mazi harus tetap mempertahankan keputusannya dalam menolak kedatangan TKA tersebut,” tegasnya.

Bukan hanya itu, langkah yang dilakukan DPRD Sultra dalam menyurati Presiden, hal itu merupakan mekanisme seperti itu sangat bagus, karena tidak hanya lisan melainkan formal dalam menolak kedatang TKA asal Thiongkok. “Semua pihak harus bersatu dalam menolak kedatangan ratusan TKA ini di Sultra,” urainya.

Selain itu tambah Ridwan, Ketua Komisi II DPRD Sultra Farhana Mallawangan juga sudah mengingatkan Gubernur untuk menolak kedatang ratusan TKA tersebut. “Kita tidak menghalangi TKA untuk masuk di Sultra tetapi di tengah pandemi seperti ini yang seluruh dunia melakukan lockdown, bahkan Sultra sudah merasakan dampak corona, sehingga Ali Masi harus tegas dengan keputusannya,” tutupnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!