KOTA KENDARI

Pro Kontra Aktivitas Pertambangan PT Bososi Pratama,  Masyarakat Berharap Secepatnya Beroperasi Kembali

Kepala Desa Marombo Pantai M. Aras Saat Memberikan Keterangan

KOLAKAPOSNEWS.COM, KENDARI -Aktivitas pertambangan tentunya selalu menghadirkan pro kontra. Seperti yang dialami PT Bososi Pratama, yang aktivitasnya kini dihentikan ESDM Sultra karena adanya penyelidikan hukum dari Mabes Polri. Namun, masyarakat Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), justru meminta agar PT Bososi Pratama untuk kembali beroperasi.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu dinilai banyak memberikan dampak positif terhadap masyarakat, khususnya masyarakat disekitar wilayah operasional perusahaan.

Menanggapi hal itu,

Kepala Desa Marombo M. Aras mengatakan, banyak masyarakat yang datang di kediamanannya, untuk mempertanyakan kapan PT Bososi Pratama beroperasi kembali. “Banyak warga sekitar yang menggantungkan hidup terhadap PT Bososi,” ungkapnya, Sabtu (16/05).

Menurutnya, penghentian sementara aktivitas pertambangan yang berada di Kabupaten Konut itu sangat berdampak besar terhadap masyarakat. Sebab, aktivitas tambang tersebut menjadi salah satu peluang lapangan kerja bagi warga setempat. Apalagi ditengah pandemi covid-19, yang saat ini banyak melumpuhkan perekonomian masyarakat. “Kami berharap agar PT Bososi ini kembali beraktivitas seperti biasa,” paparnya.

Selain itu, Aras menjelaskan tingkat perhatian PT Bososi Pratama terhadap pendidikan sangat tinggi. Faktanya, perusahaan tersebut memberikan bantuan dana dalam membangun dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Sebenarnya PT Bososi ini sudah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat,” urainya.

Ia menguraikan, dalam mendirikan pembangunan PAUD tidak membutuhkan waktu yang lama, karena perusahaan memberikan bantuan tak tanggung-tanggung. “Tidak cukup satu minggu saya ajukan permintaan bantuan, perusahaan (PT Bososi, red) langsung merespon dengan memberikan dana sebesar Rp100 juta, untuk pembangunan PAUD,” ungkapnya.

Tak hanya itu, perusahaan juga rutin memberikan kompensasi kepada masyarakat lingkar tambang. “PT Bososi menjadi sumber pendapatan terbesar masyarakat,” paparnya.

Dengan demikan, dirinya mewakili masyarakat meminta kepada pemerintah dan dinas terkait lainnya, untuk memberikan kebijakan sehingga perusahaan tersebut secepatnya beraktivitas. “Kami harap agar perusahaan PT Bososi secepatnya bisa kembali beroperasi,” tutupnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!