BERITA UTAMA

Adira Bantah Lakukan Pungutan Biaya Relaksasi Rp1,7 Juta

RDP Komisi II dengan Adira Finance Sultra dan nasabah sopir angkutan. FOTO: Mirwanto/ Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Manajemen PT Adira Finance akhirnya memenuhi panggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kolaka pada Jumat (15/5). Pada kesempatan itu, Adira menyatakan tidak pernah melakukan pungutan biaya relaksasi atau penangguhan dan keringanan hingga sebesar Rp1,7 juta, seperti yang diungkapkan nasabahnya.

“Pertama kami mohon maaf kami tidak sempat hadir kemarin karena terkendala sesuatu dan lain hal, dan terkait tudingan adanya pungutan terhadap nasabah dalam program restrukturisasi itu tidak benar itu. Tidak ada sama sekali namanya pungli, jadi mereka mendapat informasi yang salah, justru kami memberi keringanan dan kemudahan sesuai instruksi presiden dan keputusan OJK,” tegas Cluster Collection Head Adira Finance Sultra, Ahmad di hadapan Anggota Komisi II DPRD Kolaka dan para nasabah yang mengadu.

Dia mengatakan relaksasi yang diberikan kepada nasabah yang terdampak covid-19 malah diberikan kemudahan sesuai kemampuan nasabah. “Jadi mereka mendapat penjelasan yang keliru sebelumnya, malah kami beri keringanan. Ada skema yang tergantung kemampuan mereka, mau dilakukan penundaan bisa, mau perpanjang tenor bisa, bahkan ada penghapusan denda,” jelasnya.

Ahmad juga membantah terkait adanya pembayaran uang administrasi hingga sebesar Ro1,7 juta seperti yang dikeluhkan sejumlah nasabah sebelumnya. “Keliru itu, tidak ada yang begitu, yang ada itu pembayaran sebagian angsuran atau bunga. Itupun masih bisa dinegosiasikan, tergantung kreditnya, tergantung kemampuannya,” katanya.

Dia mengatakan bagi para nasabah yang terdampak Covid-19 dan hendak mendapat restrukturisasi bisa langsung melapor ke kantor Adira setempat. “Yang belum melapor kita datangi terkait kewajibannya, saat ketemu kita tawari program restrukturisasi, dan bagi yang terdampak dan ingin mendapatkan restrukturisasi silahkan melapor,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa program restrukturisasi merupakan sebagai bentuk kepedulian Adira Finance atas pandemi Covid-19 yang terjadi. “Jadi kita mendukung sepenuhnya sesuai dengan instruksi presiden juga arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka nasabah  Adira Finance yang terdampak langsung pandemi Virus Corona (COVID-19) dapat mengajukan restrukturisasi keringanan pembiayaan, ini wujud kepedulian Adira di masa pandemi ini,” tegasnya.

Lanjutnya untuk Kolaka, ada sekitar 300 an nasabah yang sudah melapor dan mendapat program restrukturisasi.

“Dari sekitar 1950 nasabah di Kolaka yang sudah restrukturisasi itu ada 300 an, sedangkan untuk Kendari sendiri ada 1700 perbulan april,” tutupnya.

Terkait hal itu, beberapa nasabah yang sebelumnya mengeluhkan hal itu menyatakan permohonan maaf. “Setelah mendapat penjelasan dalam RDP tadi, rupanya kami mendapatkan kejelasan, tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Makanya kami memohon maaf jika ada pernyataan kami yang salah, yang pasti kami hanya ingin mendapatkan keringanan karena kami sangat terdampak,” tutur Bustang, salah satu perwakilan sopir angkutan.

Sementara Itu Ketua Komisi II DPRD Kolaka, Dr Asmani Arif mengapresiasi Adira Finance yang telah memberi kelonggaran bagi nasabh terdampak Covid-19 di Kolaka. “Jadi hari ini mereka sudah beri penjelasan, kemarin memang tidak sempat hadir karena undangan terlambat informasinya masuk ke kantor Kendari, dan dari penjelasan mereka, kami mengapresiasi karena ternyata mereka memberi keringanan kepada debitur atau nasabah yang terdampak sesuai instruksi presiden dan arahan OJK, ” terang legislator PKS itu.

Lanjutnya, setelah mendengar penjelasan Adira Finance, tudingan adanya pungutan atau pungli dalam program restrukturisasi tidak benar. “Bahasa ada pungli ternyata tidak benar, jadi dalam program relaksasi masing masing baik bank ataupun dan non Bank termasuk Adira memiliki skema tersendiri. Tadi juga setelah dipertemukan antara asosiasi sopir yang menjadi nasabah sudah tidak ada masalah, malah membahagiakan sekali karena tadi Adira mengatakan bahkan ada penghapusan denda, diberikan pilihan perpanjangan tenir dan sebagainya, jadi tidak ada masalah lagi, kami berharap lembaga Non bank lainnnya juga memberikan keringanan kepada para nasabah yang terdampak Covid-19,” tutupnya. (mir-kal/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!