BERITA UTAMA

Jumlah OTG, ODP dan PDP di Kolaka Menurun

dr Muhammad Aris

dr Aris: Ini Faktor Penentu Menuju New Normal

KOLAKAPOS, Kolaka — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mencatat jumlah warga Kolaka yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan.

Juru Bicara Covid-19 Kolaka, dr Muhammad Aris mengatakan berdasarkan data Kamis (11/6), jumlah OTG tersisa 14 orang, 175 OTG lainnya sudah selesai masa pemantauan. Sementara itu, ODP yang sebelumnya berjumlah 150 orang kini tersisa 3 orang. Untuk PDP sebelumnya dua orang sudah dinyatakan sembuh. “Sementara pasien yang terkonfirmasi positif tinggal dua orang, dua orang lainnya sudah dinyatakan sembuh,” kata dr Aris, kemarin.

Ketua IDI Kolaka ini menjelaskan, pengurangan jumlah kasus di masing-masing kategori tersebut karena ada yang telah selesai masa pemantauan selama 14 hari. Sementara dua orang lainnya yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh atau negatif swab setelah menjalani perawatan di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM). “Tidak adanya penambahan atau menurunnya kasus ini merupakan salah satu syarat atau indikator untuk mendukung pelaksanaan pra kondisi (new normal),” tuturnya.

Kendati demikian, dr Aris mengatakan potensi bertambahnya kasus positif Covid di Kolaka masih ada. Sebab hasil swab 37 warga Kolaka yang sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test belum keluar. “Ini yang kita tunggu-tunggu ada 37 hasil swab yang belum keluar. Ini juga salah satu penentu. Kita berdoa semoga hasilnya semua negatif, dengan demikian maka langkah kita bisa berlanjut menuju ke pra kondisi (new normal), tapi kalau hasilnya positif berarti kembali seperti semula lagi,” jelasnya.

Gugus Tugas tak henti-hentinya menghimbau masyarakat Bumi Mekongga untuk patuh protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan rajin cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. “Ini memang salah satu faktor penentu, karena memang ini persoalan Covid tidak bisa hanya dibebankan kepada Gugus Tugas, tapi ini tergantung kepada kepatuhan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

“Saya mengingatkan bahwa dengan adanya kebijakan new normal nanti jangan dikira bahwa kehidupan kita akan dilonggarkan, tapi ini justru akan semakin ketat. Mungkin kita akan lakukan swiping masker setiap hari, dan bagi yang tidak menggunakan masker itu dianggap sebagai pelanggaran dan harus diberi sanksi,” tandasnya. (kal/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top