BERITA UTAMA

Lima Tahap Kolaka Menuju New Normal

Dwi Dharma (kanan) bersama dr Muhammad Aris saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait persiapan menuju new normal. FOTO: Kaulia Ode/ Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk dalam 136 kota dan kabupaten di Indonesia yang bisa mempersiapkan menuju pelaksanaan aktivitas masyarakat aman Covid-19 dan produktif atau dengan (new normal).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka, Dwi Dharma mengatakan status baru tersebut diberikan karena Kolaka dianggap layak terkait kondisi kesehatan masyarakat yang membaik atau tingkat resiko rendah. “Dengan status baru ini kita dianggap layak untuk menuju proses new normal. Data perkembangan Covid-19 di Kolaka dikirim setiap hari ke pemerintah pusat,” kata Dwi Dharma usai rapat bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 terkait persiapan menuju new normal, di kantor BPBD Kolaka, Kamis (11/6).

Kepala BPBD Kolaka ini menjelaskan, untuk menuju new normal ada lima tahapan yang harus dipersiapkan. Pertama, prakondisi. Menurutnya, tahap ini sangat bergantung pada kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan di seluruh kegiatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Apalagi, untuk melawan pandemi Covid-19 ini dibutuhkan komitmen bersama.

Kedua, timing. Pada tahap ini pemerintah daerah akan menentukan waktu untuk memulai tatanan hidup normal baru tersebut. Ketiga, prioritas. Dalam tahap tersebut, pemerintah menentukan prioritas utama untuk mendahulukan pembukaan ruang publik.  “Kita belum new normal, tapi sedang mempersiapkan. Kalau kita sudah tentukan kapan, kemungkinan besar yang pertama akan dibuka adalah rumah ibadah,” ucapnya.

Keempat, Pemda Kolaka selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait perkembangan Covid-19 di Bumi Mekongga. Selanjutnya tahap kelima adalah evaluasi. Pada tahap ini, pemerintah akan melihat perkembangan kasus Covid-19 dan indikator lainnya untuk menentukan sikap pelaksanaan aktivitas masyarakat aman Covid-19 dan produktif.
Sehingga, untuk dapat melaksanakan new normal ini, bergantung pada kepatuhan masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat peduli terhadap sekitar dengan saling mengingatkan terkait protokol kesehatan. “New normal bukan berarti kita bebas beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan, tapi justru kita semakin meningkat dan memperketat kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka, dr Muhammad Aris mengatakan berdasarkan data pada Kamis (11/6), jumlah OTG tersisa 14 orang, 175 OTG lainnya sudah selesai masa pemantauan.
Sementara itu, ODP yang sebelumnya berjumlah 150 orang kini tersisa 3 orang dalam proses pemantauan. Untuk PDP sebelumnya 2 orang sudah dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal. Sedangkan, pasien yang terkonfirmasi positif tinggal 2 orang dalam perawatan, 2 orang lainnya sudah dinyatakan sembuh. (kal/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top