BERITA UTAMA

Pemda Kolaka Pastikan Tahapan Menuju New Normal Tetap Jalan

Kepala BPBD Kolaka Ir Dwi Dharma, MM

KOLAKAPOS, Kolaka — Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka, Sulawesi Tenggara, memastikan tahapan menuju masyarakat yang aman Covid-19 dan produktif atau new normal terus dipersiapkan meski kasus positif Covid-19 bertambah. Seperti diketahui pada Jumat (12/6) lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka mengumumkan ada lima warga Bumi Mekongga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala BPBD Kolaka yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka, Dwi Dharma menegaskan tahapan menuju new normal terus dipersiapkan, kecuali sudah ada status baru dari gugus tugas nasional. Sebab menurutnya, yang menilai adalah pemerintah melalui gugus tugas nasional terhadap apa yang sudah dilakukan dalam penanganan dan pencegahan virus Covid-19. “Pemda Kolaka dan seluruh pihak terkait lebih khusus masyarakat Kolaka hanya bisa berbuat semaksimal mungkin untuk mewujudkan masyarakat aman covid-19 dan produktif,” kata Dwi Darma saat dihubungi Kolaka Pos melalui saluran selulernya, kemarin.

Dijelaskannya, untuk menuju new normal ada lima tahapan yang dilalui. Yaitu prakondisi,  timing, prioritas, konsultasi pusat/daerah dan monev. “Lima tahapan itu harus lulus semua baru kita masuk new normal. Jadi terkait adanya penambahan kasus positif Covid-19 pusatlah yang akan menilai apakah bisa menuju new normal atau tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemda Kolaka diberi kesempatan oleh pusat untuk menuju new normal, agar masyarakat mempersiapkan diri untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari baik di rumah, lingkungan kerja, tempat ibadah dan area publik lainnya. Sebab tidak serta merta begitu ada petunjuk dari pusat langsung akan new normal tapi ada tahapannya. “Tahap pertama prakondisi sangat menentukan apakah kita bisa melangkah ke tahap kedua dan seterusnya. Jika secara umum masyarakat sudah menerapkan protokol kesehatan dan disiplin yang baik, maka kita akan melangkah ketahap kedua timing atau menentukan kapan kita mulai uji coba pelaksanaan new normal dengan beberapa sektor prioritas pada tahap ke tiga.  Selanjutnya tahap keempat akan dikonsultasikan dengan pusat, dan tahap lima monitoring evaluasi secara periodik.

Jika pada tahapan monev progres kita memburuk dalam penangan covid, maka bisa saja pusat menarik kembali status new normal menjadi pembatasan sosial lagi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan jika semakin memburuk, kita akan meminta PSBB,” jelasnya.

Sehingga kata Dwi, dengan adanya kasus baru inilah sebenarnya sebuah pelajaran bagi masyarakat agar senantiasa melaksanakan protokol kesehatan. Karena Pemda Kolaka sudah melarang adanya kegiatan kumpul-kumpul tapi faktanya kita melihat  masyarakat masih mengabaikan itu.

“Ini contoh yang nyata bahwa apa yang disampaikan pemerintah itu tidak salah. Seandainya masyarakat patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun ada virus dilingkungan kita, itu susah untuk menjangkiti. Apalagi kita sering sampaikan khsususnya pada area publik agar selalu memakai masker selalu cuci tangan dan jaga jarak. Ini kewajiban kita semua bukan hanya kepada pengunjung tapi kewajiban pihak pelayananan harus menjaga dan mengawasi” akuhnya

Olehnya itu, lanjut Dwi langkah yang akan dilakukan pihaknya yaitu melakukan pelacakan atau tracking guna melihat sejauh mana penyebaran Covid-19 setelah adanya kasus baru ini.

“Kita lihat dulu seperti apa kedepannya kalau memang trackingnya kita memang tidak banyak yang tertular berarti besar peluang kita untuk melanjutkan tahapan prakondisi. Suspect Covid-19 yang sedang isolasi mandiri harus patuh jangan dulu keluar rumah. Ini sangat kita sayangkan jika terjadi. Dan Yang jelasnya kami sedang melakukan pendataan kepada masyarakat yang pernah berkontak langsung dengan pasien terkonfitmasi positif ini,” terangnya.

Ditegaskannya, bahwa proses prakondisi ini adalah proses yang bukan hanya kerja pemerintah dan gugus tugas, akan tetapi semua pihak termasuk yang paling utama adalah masyarakat. Karena yang dinilai adalah perilaku yaitu perilaku hidup bersih dan sehat dgn penerapan protokol khusus pencegahan penularan covid-19 ditengah masyarakat termasuk pembatasan keluar masuk Kolaka karena itu juga yang dinilai sangat berpotensi memperburuk indokator kesehatan masyarakat.

Selama masyarakat masih tidak disiplin dan tidak pro terhadap penangangan covid-19, maka kita tidak akan pernah lulus dari tahapan prakondisi. “Syukur kita sudah diberikan kesempatan oleh pusat untuk menuju new normal dibanding dengan daerah-daerah lainnya belum mendapatkan status ini. Jadi mari kita bersama-sama mendukung dan menyukseskan program menuju new normal,” tutupnya. (K9/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top