BERITA UTAMA

Dinsos Kolaka Fokus Berikan Bantuan kepada Warga Isolasi Mandiri 

Kadis Sosial Kolaka Akbar, S. Sos, MM

KOLAKAPOS, Kolaka — Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kolaka sampai saat ini masih menyiapkan dan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun untuk saat ini Dinsos Kolaka sedang fokus menyalurkan bantuannya kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri. Sebab pasca ditetapkannya tambahan kasus postif Covid-19 diwilayah kabupaten Kolaka, jumlah masyarakat yang melakukan isolasi mandiri juga terus meningkat yang mencapai ratusan orang.

“Sekarang kita pokus lagi kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri, karena tujuan utama bantuan sembako bagi wilayah kecamatan, kelurahan dan desa yang terdampak. Contohnya ketika dalam kecamatan itu ada masyarakat yang positif Covid-19 itulah yang sementara kita fokus berikan bantuan, sambil yang lain juga tetap jalan,” kata Kadis Sosial Akbar saat ditemui media ini, Selasa (16/6).

Saat ini, kata mantan Kadis PMD Kolaka ini, pihaknya sudah menyalurkan 9.000an paket sembako kepada warga. Yang bersumber dari Pemda Kolaka dan para donasi termasuk dari Pemprov Sultra.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat laporan secara terperinci dan tertatur dengan baik, sehingga akan diketahui bantuan apa saja yang telah masuk dan sudah disalurkan. Salah satu contohnya bantuan disalurkan secara bertahap dan setiap penyaluran bantuan selau dibuatkan berita acara, begitupun dengan bantuan yang masuk selalu dibuatkan berita acara sehingga akan memudahkan dalam membuat laporan.

“Kalau bantuan dari Pemda Kolaka mencapai 6000an paket yang kami sudah salurkan dan jika digabung secara keseluruhan dengan bantuan donsai itu mencapai sampai 9.000an paket sudah tersalurkan. Dan memang kita juga sudah ataur dengan sebaik-baiknya setiap laporan sehingga mudah akan diketahui jenis bantuan apa saja yang sudah masuk dan telah disalurkan,” akuhnya.

Adapun, kata alumni IPDN ini, terkait batas waktu pemberian bantuan kepada warga pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemerintah pusat karena pemerintah pusat yang menetapkan status bencana nasional, sehingga jika sudah ada intruksi itu dicabut maka bantuan juga akan dihentikan. Sehingga pihaknya harus mengantisipasi hal terburuk yang bisa saja terjadi.

“Jadi selagi keputusan presiden belum dicabut maka bantuan akan terus kita siapkan, akan tetapi kamo liat juga sikonnya karena semua daerah beda-beda. Sehingga kita juga arus baca situasi didaerah kita jangan sampai habis peluru kemudian wabah masih ada dan terus meluas sehingga kita harus pres-pres dalam penyaluran bantuan. Inilah yang harus kita antisipasi. Sebab bukan berarti ada dana yang sudah disiapkan terus kemudian kita langsung habiskan tanpa melihat sikonnya itu bisa berdampak fatal. Karena kita tidak tau sampai kapan wabah ini akan berakhir itu yang harus kita pikirkan bersama,” terangnya.

Diakuinya, saat ini dana bantuan yang sudah gunakan untuk pengadaan paket sembako mencapai sekitar Rp 1 milyar lebih, sementara dana yang siapkan mencapai Rp. 10 milyar.

“Adapun nanti jika wabah sudah hilang dan dana masih ada itu kita akan kembalikan lagi dana tersebut ke kas negara,”

Akbar juga, berharap kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan agar wabah ini bisa segera berlalu, karena salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 yaitu mematuhi himbauan dan menerapkan protokol kesehatan disetiap kita melakukan aktivitas. (k9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top