BERITA UTAMA

Agustus, Petani Wundulako Bakal Panen Raya 

Kepala kantor pengamat pengairan Wundulako Marsono (baju putih) saat memberikan arahannya kepada para petani dikelurahan Silea sebelum turun sawah. Foto : Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Kondisi air yang masih melimpah membuat para petani sawah yang ada di wilayah kecamatan Wundulako dan sekitarnya terus melakukan proses tanam. Bahkan diprediksi pada bulan Agustus mendatang petani bakal melakukan panen raya dibeberapa titik.

Kepala Kantor pengamat pengairan Wundulako Marsono memprediksi di bulan Agustus akan ada penen raya di kecamatan Wundulako dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan suplai air yang masih melimpah sehingga area persawahan terolah dengan baik.

“Insya Allah bulan Agustus nanti akan ada panen raya dibeberapa titik yakni di desa Unamenda, kelurahan 19 November, desa Sabiano, desa Bende, desa Pewutaa, desa PuuRoda, dan desa Puubunga yang mencapai ribuan hektar,” katanya saat menghadiri acara turun sawah yang dilaksanakan di kelurahan Silea, Rabu (17/6).

Apalagi, kata Marsono berdasarkan pantauannya saat ini, kondisi padi sudah mulai berisi dan belum ada gangguan hama sehingga dipastikan akan ada panen raya secara besar-besaran.

“Sekarang padinya sudah bunting jadi bulan Agustus akan ada panen raya. Dan kondisi air juga masih aman sampai beberapa bulan kedepan karena saat ini masih musim hujan,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya luas area persawahan yang ada di kecamatan Wundulako mencapai 2.657 hektar. Dimana setiap hektarnya bisa menghasilkan 6-7 ton gabah.

Marsono juga berharap agar para petani dalam melakukan pengolahan sawah harus selalu kompak agar hasilnya bisa maksimal dan suplai air optimal. Karena jika tidak kompak ada yang menanam dan yang lain belum, ini bisa membuat hasil panen tidak maksimal dikarenakan sasaran hama pasti akan lebih besar berbeda jika menanam secara bersamaan, selain itu suplai air juga akan terkontrol dengan baik.

Apalagi kita bersyukur untuk kabupaten Kolaka tidak berpengaruh dengan adanya virus Corona karena petani sampai hari ini masih bersemangat menanam dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

“Harapan saya bapak-bapak harus menaati kalau memang mau turun sawah maka harus kompak karena yang menggunakan air bukan hanya kita saja karena kita harus bagi dibeberapa titik sehingga tidak ada masalah dibelakang terkait suplai air. Apalagi pembatasan air untuk kelurahan Silea sampai bulan Oktober atau sampai empat bulan saja. Jadi jangan molor proses tanamnya karena kalau molor akan mempengaruhi desa-desa lain yang akan bersawa. Dan program ketahanan pangan harus kita jalankan dan sukseskan bersama,” harapnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top