BERITA UTAMA

Syamsuar Sebut Bukan Pungli, Tapi Sumbangan Sukarela

Syamsuar Sebut Bukan Pungli, Tapi Sumbangan Sukarela

KOLAKAPOSNEWS.COM, Kolaka — Kepala pasar Bokeo Landumaa Dawi-dawi Syamsuar, menanggapi santai terkait polemik yang sedang dihadapinya. Sebab, dirinya menilai ada unsur kepentingan jabatan, sehingga dirinya didesak untuk segera lengser dari pucuk pimpinan pasar yang diresmikan Februari lalu tersebut.

Padahal menurutnya, apa yang telah dilakukannya hanya semata-mata untuk kepentingan pasar, namun karena ada dugaan oknum yang menunggangi, sehingga berbagai cara dilakukan guna menjatuhkan dirinya.

Apalagi sejak kepemimpinannya sudah tidak ada lagi praktek sewa los, sehingga para pedagang tidak lagi harus menyewa los berjuta-juta setiap tahunnya.

“Jadi memang ada oknum yang tidak senang akan jabatan saya selaku kepala pasar, karena saya orangnya tidak bisa diatur oleh pedagang, sebab tugas kepala pasar itu mengatur pedagang bukan diatur oleh pedagang. Buktinya sekarang sudah tidak ada lagi praktek sewa los yang biasa dilakukan oleh oknum pedagang,” katanya saat ditemui media ini, Rabu (7/10).

Adapun, kata Cua sapaan akrabnya, terkait pungutan yang dilakukannya, itu semata-mata untuk kepentingan pemindahan pasar dan tidak ada unsur paksaan dari pedagang karena sifatnya sukarela.

Namun, dirinya tetap akan segera mengembalikan dana dari pedagang, sesuai dengan arahan kepala Bapenda Kolaka dan Inspektorat.

“Dana tersebut sebagai sumbangan sukarela, dalam rangka pemindahan pasar dan tidak ada unsur paksaan, tapi sebagian (uang, red) saya sudah kembalikan ke pedagang. Jadi isu pungli sengaja mereka (oknum, red) munculkan, agar saya bisa dilengser dari jabatan saya. Tapi namanya ASN itu selalu siap ditempatkan dimana saja. Yang jelasnya saya sudah berbuat yang terbaik bagi pasar baru, apalagi tidak mudah untuk memindahkan pasar lama ke pasar baru, tentu banyak suka dukanya,” ucapnya.

Saat ini lanjutnya, kontribusi PAD yang disetorkan ke kas daerah setiap bulannya melampaui target. Hal ini merupakan salah satu bukti hidupnya pasar baru, sebab tidak mudah untuk meningkatkan PAD ditengah pandemi Covid-19.

“Jadi Alhamndulillah, meski baru dipindahkan namun kontribusi PAD pasar Ladumaa meningkatkan dan over target, dari yang sebelumnya hanya Rp5 juta perbulannya sekarang Rp12 juta,” tutupnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top