KOLAKA UTARA

Tarekat Khalwatiyah Kolut Dukung Pemerintah Lawan Radikalisme

Bersama jemaah Khalwatiyah

KOLAKAPOSNEWS.COM, Lasusua — Jamaah Khalwatiyah Samman yang berada di kecamatan Ngapa, Kolaka Utara menolak radikalisme yang mengatasnamakan Islam. Tarikat yang berpusat di Maros, Sulawesi Selatan ini selalu mendukung program pemerintah untuk mencegah paham radikalisme.

Paham radikalisme, kata salah satu Khalifah jamaah tarikat Khalwatiyah Kolaka Utara, Andi Hamka biasanya dimiliki oleh aliran kepercayaan baru. “Kami sepenuhnya memperhatikan dan mendukung apa yang menjadi program pemerintah khususnya dalam pencegahan gerakan paham ajaran radikalisme yang ingin membawa perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis dan ekstrem. Kami akan selalu menjalin hubungan silaturahmi yang baik dan menjaga persatuan umat beragama,” ujarnya.

Karena sinergitas dengan pemerintah itu, membuat Khalwatiyah Samman semakin mendapat atensi yang banyak dari warga Kolut. Terbukti kegiatan ang dilaksanakan seperti maulid Nabi Muhammad, dihadiri oleh kalangan masyarakat yang bukan berasal dari Khalwatiyah Samman.

Ia bercerita, awalnya aktifitas Khalwatiyah Samman sebagai “pendatang” baru di Kolut, mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Metode zikir mereka yang dikenal dengan nama Ma’rate atau dalam bahasa Arab disebut ratib, sempat membuat “heboh” di Kolut. Zikir yang dilakukan oleh jemaah tarekat ini dilakukan rutin usai shalat Isya. Bukan sekadar melafalkan tauhid ratusan kali, cara zikir tarekat Khalwatyah Samman juga disertai dengan gerakan tubuh hingga tepukan tangan pada paha yang menjadikan zikir ini berirama. Namun zikir dilakukan dengan nada yang keras bahkan hingga jamaahnya kehilangan kesadaran, tersungkur jatuh. Namun seiring berjalannya waktu dan diberikan penjelasan oleh jamaah tarekat khalwatiah Samman, warga mulai mengerti.

“Jadi gerakan ini maknanya sangat banyak. Salah satunya ini menggugurkan dosa seperti pohon yang diterpa angin dan daunnya berjatuhan. Sebenarnya, zikir ini kita anggap zikir biasa, karena masih ada satu lagi zikir dalam tarekat kami yang lebih besar. Tapi dilakukan di waktu tertentu saja, seperti kalau ada wabah atau kondisi negara sedang goncang,” ungkap Andi Hamka sembari menyebut jumlah jamaah terus meningkat dan telah mendirikan beberapa Masjid di wilayah Kab. Kolaka Utara. (cr2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top