ADVETORIAL

Kembangkan Pertanian Organik, Abu Hasan Subsidi Pembukaan Lahan dan Sedikan Alsintan Untuk Petani

KOLAKAPOSNEWS.COM, Bupati Buton Utara, Abu Hasan terus menggelorakan pengembangan pertanian organik. Duit miliaran rupiah dikucurkan untuk subsidi pembukaan lahan baru. Tak hanya itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI Perjuangan Sultra itu memberikan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.

Bupati Butur, Abu Hasan mengungkapkan, empat tahun terakhir telah banyak bantuan Alsintan diserahkan petani. Diantaranya, traktor roda empat 6 unit, traktor roda dua 25 unit, cultivator 25 unit, cron planter manual 55 unit, Hand Sprayer 45 unit, mesin perontok padi 6 unit, cron sheller 3 unit, combine harvester (alat panen padi) 3 unit dan alat panen jagung 3 uni

“Untuk memenuhi swasembada pangan dan modernisasi pertanian tentunya harus didukung dengan alat mesin pertanian.Sehingga program nasional dapat diwujudkan khususnya di Buton Utara untuk menjadi kab upaten organik, tentunya ini program kita semua dan tanggung jawab kita bersama untuk mendukung dan melaksanakan program pertanian,” ujar Abu Hasan, Selasa (08/09/2020).

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra berharap, dinas pertanian bisa mendorong sektor pertanian menjadi sektor unggulan daerah mencapai kesejahteraan, bisa menambah nilai pendapatan terutama bagi masyarakat pedesaan,

Bupati Butur, Abu Hasan saat menyerahkan bantuan alsintan
“Bantuan ini saya berharap dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, bantuan ini bisa bergulir dan tidak bisa dimonopoli oleh orang-orang tertentu. Saya minta dinas pertanian mengawasi secara langsung, karena ini saya pertanggungjawabkan kepada mentri pertanian,” tandasnya. (Adv)

Outlet Pangan Organik Butur Hadir di Kota Kendari

Bupati Butur, Abu Hasan saat meresmikan outlet pangan organik di Butur Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) terus memasarkan pangan organik. Teranyar, daerah yang dipimpin, Abu Hasan itu meresmikan toko ole-ole Wakawondu khas Buton Utara terletak di bilangan Sao-Sao, Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu berharap, keberadaan toko menyuguhkan pangan organik membawa Lipu Tinadeakono Sara semakin terkenal.

Abu Hasan memuturkan, menyajikan produk unggulan butur di Toko Wakawondu salah satu upaya mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah. “Petani Butur tak lagi susah jika ingin memasarkan hasil pertanian atau perkebunan,” ujar Abu Hasan.

Ketua DPD PDI Perjuangan itu menambahkan, hadirnya toko wakawondu merupakan binaan dari Koperasi Syariah Bina Insan Cita Indonesia. “Jika ingin mencari hasil hasil pertanian, perkebunan perikanan dan kelautan di Butur. Silahkan ke toko Wakawondu,” tandasnya.

Abu Hasan menambahkan adanya toko atau koperasi tersebut diharapkan UMKM dapat menjadi roda penggerak ekonomi di Sultra. Sebab, selama ini UMKM tak begitu diberdayakan.

“Toko ini hadir dari kumpulan orang-orang yang peduli dengan pengembangan ekonomi masyatakat dalam bentuk industri-industri rumah tangga. Ini yang menyediakan sarana dan prasarananya adalah Pemda,” tandasnya. (Adv)

Pangan Organik Butur Laris Terjual di HPS

Beras organik Butur laris terjual di Hari Pangan Sedunia di Kota Kendari Kabupaten Buton Utara (Butur) turut memeriahkan Hari Pangan Seduania (HPS). Stand Pameran Daerah dinahkodahi, Abu Hasan itu menyuguhkan berbagai varian jenis beras salah satunya beras Wakawondu ludes terjual dibeli oleh pengunjung.

“Hari pangan sedunia momentum Butut memamerkan pangan unggulan sehat dikonsumsi dan ramah lingkungan. Berdasarkan laporan panitia standa beras wakawondu paling diburuh dan ledus terjual hampir 1 ton,” ujar Bupati Butur, Abu Hasan.

Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI Perjuangan Sultra itu menuturkan, menjadikan produk pangan organik sebagai prioritas unggulan langkah tepat. Pasarannya, sangat diminati oleh masyarakat.

“Masih banyak permintaan masyarakat atau pengunjung untuk membeli beras organik dalam hari pangan sedunia. Beras lokal Butur ini dijual di stan pameran seharga Rp. 40 ribu per kilo gramnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, stan pameran Butur juga mempertunjukkan aneka jenis pangan non beras, berupa umbi-umbian. Kemudian, jambu mete, pala, merica, kacang tanah, kedelai, bawang merah dan jagung. “Di sektor perikanan, Butur memperkenalkan kepiting dan lobster. Kemudian, ada pula telur ayam ditampilkan untuk sektor peternakannya,” tandasnya. (Adv)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top