METRO KOLAKA

Pemdes Lana Berikan Bantuan Kambing Kepada Warga

Camat Wolo Ilham S.STP. M.Si (ketiga dari kiri) didampingi Kades Lana Abd. Adam, PSM Sultra Ahmad Syamsuddin Azhar S. PT dan Kapolsek Wolo Iptu Fredi

KOLAKAPOSNEWS.COM, Kolaka – Sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerintah desa Lana, kecamatan Wolo, kabupaten Kolaka, memberikan bantuan 60 ekor kambing kepada kelompok ternak di Desa Lana, yang diserahkan secara langsung di Balai Desa Lana, Kamis (19/5).

Kepala Desa Lana, Abd. Adam mengatakan bantuan yang diberikan berupa 60 ekor yang dibagi kepada empat kelompok, dimana satu kelompok mendapat 15 ekor, yang diberikan langsung kepada kelompok Peternak.

“Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan ternak kambing di Desa Lana, yang dibagikan ke anggota kelompok peternak, setiap kelompok mendapatkan 15 ekor kambing dan tidak boleh dijual atau biarkan berkeliaran,” ujarnya.

Dikatakannya jika sudah berkembang kambing baru bisa untuk pemanfaatan atau pengembangan anggota peternak, dengan tujuan untuk menambah kesejahteraan kehidupan anggota kelompok peternak. “Setelah berkembang baru bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan. Jadi ini sifatnya pemberdayaan ekonomi melalui dana desa,” tegasnya.

Kapolsek Wolo Fredi, S menambahkan, bantuan yang diberikan harus dijaga dan dirawat dengan baik, agar program yang diberikan terus berjalan dan berkelanjutan. “Kalau warga sejahtera secara otomatis petugas juga senang, karena angka kriminalitas berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Wolo Ilham, mengapresiasi pemerintah Desa Lana, yang menurutnya dari seluruh desa di kecamatan Wolo, desa Lana ini paling signifikan mengelola keuangan desanya, serta kegiatan pemberdayaan sosial kemasyarakatannya paling tinggi partisipasinya. Ini bisa dibuktikan dengan meratanya bantuan melalui dana desa.

“Saya ingatkan bahwa bantuan (kambing, red) ini, yang diharapkan bisa membantu untuk menaikkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Ia juga mengingatkan, agar bantuan yang diberikan oleh pemerintahan desa jika dalam pelaksanaannya nanti terjadi perkembangbiakan yang cukup signifikan dan berhasil, tetapi menimbulkan masalah baru yaitu kambing tidak dikandangnisasi, maka kelompok peternak yang melanggar akan diberikan sanksi, yaitu bantuannya akan dicabut. Nantinya di November akan dievaluasi apakah bantuan ini masih berjalan dengan baik atau tidak.

Di tempat yang sama, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Sulawesi Tenggara, Ahmad Syamsuddin Azhar menjelaskan, salah satu kebiasaan orang sukses adalah mengetahui manfaat yang dilakukannya sekarang. Begitupula dalam menekuni budidaya ternak kambing, seseorang perlu mengetahui keuntungan dalam budidaya kambing, agar semangat dalam menjalankannya.

“Keunggulan ternak kambing adalah selain dagingnya, kotorannya juga bernilai ekonomis,” ujarnya.

Ia juga sedikit mengisahkan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Presiden RI Jokowi di Istana Negara, karena dianggap berhasil dengan kreatifitasnya mengolah kotoran kambing menjadi rupiah. “Ini yang harus menjadi dorongan motivasi teman-teman peternak, bahwa berternak itu banyak keuntungan yang bisa diperoleh,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala desa Lana sudah cukup menjawab dinamika persoalan desa dimana pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, hadir untuk masyarakat.

Ia juga mengapresiasi pemerintah Desa Lana, yang berpikir untuk tidak selalu “memberi makan” masyarakat, tetapi bagaimana masyarakat itu mandiri sehingga bisa merubah taraf hidup mereka.

“Salah satu tanggung jawab pemerintah itu agar menjawab tantangan dan memberikan solusi. Ini yang dilakukan pemerintah Desa Lana,” tandasnya. (ist)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!