BERITA UTAMA

Azhari Ingin Pilrek USN Tuntas Pekan Depan

Rektor USN, Dr. Azhari, S.STP., M.Si

KOLAKAPOSNEWS.COM, Kolaka – Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Dr. Azhari menginginkan pemilihan Rektor USN periode 2022 – 2026, tuntas pekan depan.

Menurutnya semakin cepat USN memiliki rektor definitif, maka semakin cepat USN melaksanakan program empat tahunan rektor terpilih.

Azhari berharap Pilrek selesai sebelum ia ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. “Kalau bisa pemilihan itu dilaksanakan sebelum saya ke tanah suci (Mekkah). Saya ke tanah suci minggu depan, rencananya begitu,” kata Azhari kepada Kolaka Pos seusai rapat senat persiapan pemilihan rektor, Kamis (23/6).

Pemilihan Rektor USN sendiri dijadwalkan berlangsung Jumat besok, 24 Juni 2022. Sebanyak 21 anggota senat akan menentukan siapa yang lolos tiga besar dari empat kandidat. Selanjutnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan melakukan verifikasi dan penelusuran rekam jejak tiga calon itu sebelum menyalurkan 35 persen hak suaranya.

Normalnya, jangka waktu pemilihan oleh senat ke Kemendikbud Ristek butuh satu bulan. Namun, Azhari menginginkan jadwal tersebut dipercepat. “Kemungkinan pemilihan dilakukan secepatnya, segera, sebelum saya berangkat haji itu sudah kita selesaikan,” ujarnya.

Rektor Azhari juga menanggapi soal potensi penunjukannya sebagai Plt rektor sebagai imbas belum dilantiknya rektor definitif pasca masa baktinya. Ia beranggapan, perpanjangan masa jabatan atau penunjukkannya sebagai Plt, akan sama-sama merugikan USN.

“Saya juga sudah laporkan kepada Dirjen Biro SDM Kemendikbud Ristek bahwa kalau pun masa jabatan saya diperpanjang, saya kan satu bulan ada di luar (menjalani ibadah haji, red), jadi tidak efektif juga kalau diperpanjang. Artinya apabila diperpanjang atau ada Plt maka itu merugikan USN, kalau menurut pandangan saya,” bebernya.

“Jadi jangankan orang lain, saya sendiri saja kalau diperpanjang itu merugikan USN. Kenapa? Karena saya sebagai orang yang diperpanjang masa jabatannya, itukan dibatasi waktunya hanya tiga bulan, dalam tiga bulan apa sih yang mau dibikin? Saya tidak akan konsen lagi untuk merencanakan apa yang terbaik buat USN. Saya hanya mempersiapkan diri menyelesaikan tiga bulan itu, berarti kan buang-buang waktu saja dan itu merugikan buat USN,” sambung Azhari.

Oleh karena itu, ia menginginkan agar proses Pilrek tuntas dalam waktu dekat ini dan kemudian rektor terpilih segera dilantik dan bekerja.

“Lebih bagus secepatnya ada rektor baru, karena rektor itu menjabat empat tahun dan dia merumuskan apa programnya selama empat tahun itu. Jadi buat USN itu lebih bagus, tapi kalau Plt dan Plt, dan kalau saya pun di-Plt-kan sebenarnya dari segi manajerial itu sudah tidak menjanjikan buat organisasi. Jadi bukan saya menolak, kalau perintah kita ikuti apapun kebijakan pak Dirjen dan Pak Menteri itu yang kita ikuti. Tapi kalau pandangan pribadi saya sebenarnya bukan ingin cepat-cepat selesai jadi Rektor, tapi memang sudah waktunya selesai, ” kata pria yang menjabat rektor sejak USN masih berstatus kampus swasta.

Azhari sendiri berangkat haji menggunakan jalur haji furoda yang visa hajinya diperoleh melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia di luar kuota visa haji yang sudah dijatahkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Haji furoda biasa juga disebut dengan haji nonkuota.

Dia pun merasa bersyukur bisa purna tugas dengan tenang. “Saya merasa bersyukur bisa berhenti (sebagai Rektor USN) dengan tenang. Saya juga mohon doannya semoga tidak ada kendala dalam melaksanakan ibadah haji,” ucapnya.

Pemilihan Rektor USN periode 2022-2026 diikuti empat kandidat. Mereka adalah Prof. Dr. Ruslin Hadanu, Dr. H. Nur Ihsan HL., Dr. Jabalnur, dan Dr. Rosnawintang.

Dua berasal dari internal USN dan dua lainnya dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Dari USN yaitu Prof. Dr. Ruslin Hadanu dan Dr. H. Nur Ihsan HL. Saat ini Prof. Dr. Ruslin Hadanu menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Akademik, sementara Dr. H. Nur Ihsan HL sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Sementara dua kandidat dari UHO yaitu Dr. Rosnawintang, dan Dr. Jabalnur. Saat ini Dr. Rosnawintang menjabat sebagai Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, sementara Dr. Jabalnur menjabat Wakil Dekan IV Fakultas Hukum. (kal)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!