NASIONAL

Perkuat Ekonomi, Yasonna Wakili Indonesia dalam Pertemuan SACC di Swiss

Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna H Laoly (tengah) didampingi Sekjen Kemenkumham RI Komjen Pol. Andap Budhi Revianto (kanan) berdiskusi pada pertemuan "Meja Bundar" Swiss-Asian Chamber of Commerce (SACC), Selasa (12/7) di Zurich, Swiss.

KOLAKAPOSNEWS.COM – Menteri Hukum Hak Asasi Manusia, Prof. Yasonna H. Laoly menjadi delegasi Indonesia dalam pertemuan “Meja Bundar” Swiss-Asian Chamber of Commerce (SACC), Selasa (12/7) di Zurich, Swiss. Roundtable Discussion on Recent Development in Indonesia tersebut membahas isu-isu terkait kebijakan pendirian usaha, kekayaan intelektual, dan imigrasi.

Dalam pertemuan itu, menjadi kesempatan yang baik bagi anggota SACC yang hadir, untuk berdiskusi secara langsung dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya isu-isu legal yang terkait dengan bisnis dan investasi Swiss di Indonesia. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham RI, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto dan sejumlah pejabat Kementerian Hukum dan HAM RI lainnya.

Dalam kesempatan ini, Yasonna H. Laoly menyampaikan, pemerintah Republik Indonesia telah mengambil langkah yang strategis untuk mendukung program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Reformasi regulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan tingkat kemudahan dalam melaksanakan bisnis dalam rangka menarik komunitas bisnis dan para investor asing, termasuk bisnis dan investasi yang berasal dari negara Swiss, khususnya setelah berlakunya perjanjian Pemerintah RI dengan anggota negara EFTA yang enter into force sejak bulan November 2021.

SACC memiliki 520 anggota baik itu perusahaan maupun perorangan, yang sangat aktif dan berpengetahuan luas mengenai negara-negara dan wilayah ekonomi dari SACC.

“Dalam roundtable meeting ini dibahas beberapa isu yang dihadapi, antara lain dari Japan Tobacco International (JT l) dan Zurich Insurance Company Ltd. Tujuan dan harapan dari diskusi dengan kedua perusahaan antara lain mengenai lingkungan peraturan dan prediktibilitas bisnis di Indonesia, perlindungan HAM dan peluang bisnis untuk kerja sama antara pelaku bisnis dengan pemerintah,” ungkap Yasonna H. Laoly.

Selain itu, kata Yasonna, diharapkan dengan munculnya pemahaman ekspektasi Indonesia untuk pemulihan ekonomi dan rencana dalam mempertahankan momentum ekonomi, arah dan stabilitas terkait kebijakan Foreign Direct Investment di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan, kemajuan dalam digitalisasi dan investasi, meningkat literasi keuangan dan penetrasi asuransi, serta kemajuan dan pencapaian terkait Kepresidenan G20 Indonesia dalam tahun 2022 ini.

Anggota SACC berdiskusi dengan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly berdiskusi terkait penguatan kerjasama Indonesia-Swiss di Zurich, Swiss, Selasa (12/7)

Melalui roundtable meeting Menteri Hukum dan HAM dengan SACC ini diharapkan akan semakin memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Swiss. (kal)

Bagikan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!